Background Entrepreneur University
Penelitian di Yale University (thn 1953) membuktikan bahwa :
Hanya 3% siswa menulis menyimpan dan me-review keinginannya. 97% siswa tdk menulis keinginannya.
Hasilnya: Setelah 30thn, tenyata penghasilan 3% siswa tersebut melebihi penghasilan total 97% siswa lainnya !!!
Penelitian serupa di Harvard (thn 1989):
84% siswa tdk mempunya keinginan yg jelas 13% siswa mempunyai keinginan yg jelas tetapi tdk menuliskannya 3% siswa mempunyai keinginan dan menuliskannya. Hasilnya: Penghasilan rata2 13% siswa tsb ternyata 2X lebih tinggi dari 84% siswa, dan Penghasilan rata2 3% siswa tsb ternyata 10x lebih tinggi dari 97% siswa yg lain !!!
Hanya 3% siswa menulis menyimpan dan me-review keinginannya. 97% siswa tdk menulis keinginannya.
Hasilnya: Setelah 30thn, tenyata penghasilan 3% siswa tersebut melebihi penghasilan total 97% siswa lainnya !!!
Penelitian serupa di Harvard (thn 1989):
84% siswa tdk mempunya keinginan yg jelas 13% siswa mempunyai keinginan yg jelas tetapi tdk menuliskannya 3% siswa mempunyai keinginan dan menuliskannya. Hasilnya: Penghasilan rata2 13% siswa tsb ternyata 2X lebih tinggi dari 84% siswa, dan Penghasilan rata2 3% siswa tsb ternyata 10x lebih tinggi dari 97% siswa yg lain !!!
Sumber : https://www.facebook.com/FP.BosanJadiPegawai
Dalam dunia usaha, dikenal tiga kelompok orang yang terlibat
di dalamnya. Ketiga kelompok tersebut adalah profesional/praktisi, entrepreneur
dan investor. Ketiga profesi tersebut mempunyai peranan yang sangat penting
dalam meraih keberhasilan usaha. Secara hirarki, investor menduduki peringkat
teratas. Dibawahnya adalah entrepreneur, yaitu orang yang menjalankan aktivitas
wirausaha (pengusaha). Sedangkan profesional sendiri menempati struktur
terendah dalam dunia bisnis.
Keberhasilan seseorang menjadi entrepreneur tidak terlepas
dari tujuan hidup yang dimiliki orang tersebut. Seorang wirausaha yang sukses
umumnya mempunyai keinginan untuk hidup mandiri dan memiliki passion yang kuat
terhadap bidang usaha yang ditekuninya.
Banyak sekali wirausaha sukses yang memulai kariernya
semenjak masih duduk di bangku kuliah. Penemu google (Larry Page), facebook
(Mark Zuckerberg), Microsoft (Bill Gates) maupun Apple (Steve Jobs) menemukan
tujuan hidup dan passion mereka pada saat masih kuliah. Dunia sudah membuktikan
bahwa orang-orang tersebut mempunyai bisnis dengan kapital tertinggi di planet
bumi ini. Pun pengaruh produk mereka sangat dominan terhadap kebudayaan dan
kebiasaan banyak orang.
Belajar dari fakta tersebut, hampir seluruh kampus di dunia
mulai mengembangkan berbagai macam program kewirausahaan. Bahkan di beberapa
universitas, membuka program studi khusus entrepreneurship untuk mendorong
kemajuan wirausaha dan perekonomian bangsa. Program-program tersebut kemudian
di kenal dengan nama entrepreneur university.
Menjadi seorang entrepreneur, khususnya pada masa kuliah di
universitas mempunyai banyak sekali kendala dan keuntungan. Ibarat dua sisi
mata uang, keduanya berpasangan dan mempunyai nilai yang sama tingginya.
Hambatan utama dari seorang entrepreneur university adalah masalah PASSION dan
TUJUAN bisnis, bukan MODAL.
Seorang mahasiswa memahami bahwa mereka tidak mempunyai
modal yang cukup untuk menjadi wirausaha dan hal tersebut tidak menghalangi
mereka menjadi seorang profesional muda (walaupun dengan coba-coba), yang
akhirnya menuntut mereka menjadi seorang entrepreneur . Yang menjadi kendala utama
adalah bagaimana menemukan passion yang sangat tinggi, yang kemudian menentukan
tujuan bisnis yang ingin dicapai.
Passion itu adalah sebuah mimpi, cita-cita, imajinasi yaitu
sesuatu yang sangat besar dan selalu terngiang-ngiang atau terfikirkan di
kepala. Seperti kata Einstein “Imagination
is more important than knowledge”. Ada juga pepatah yang mengatakan “Dreams is not what you see in sleep, it is
the thing which does not let you sleep”.
Beberapa penelitian yang dilakukan di Harvard dan Yale
university, didapatkan fakta yang cukup menarik. Beberapa lulusan dari
perguruan tinggi di Amerika dan Eropa itu berhasil mendapatkan kesuksesan yang
sangat tinggi, melebihi rekan-rekannya yang lain, dikarenakan mereka menuliskan
tujuan atau cita-cita mereka dan membuat skema atau tahap-tahap rencana
pencapaiannya dalam sebuah tulisan. Mereka menuliskan tahapan-tahapan tersebut
secara spesifik dan memenuhi teori SMART (Spesifik, Measurable – terukur,
Attainable – realistis, Relevan – berhubungan dan Timely – ada batas waktu).Lebih lengkap tentang SMART dapat anda baca pada tulisan
kami yang akan datang tentang bagaimana menetapkan dan mengevaluasi target.
Bagi peminat novel maupun buku motivasi, anda bisa membaca
tetralogi laskar pelangi, trilogi negeri 5 menara, novel 5 cm, maupun cerita 9
summer 10 autumn dan lain sebagainya. Dalam buku-buku tersebut digambarkan
tentang arti sebuah impian, dan mereka selalu menuliskan impian pelakunya ke
dalam sebuah tulisan. Ini menjelaskan tentang betapa pentingnya sebuah impian,
passion atau cita-cita dalam kehidupan seseorang.
Temukan passion, impian dan cita-cita anda, dan mulailah
menentukan langkah untuk menjadi entrepreneur university yang sukses, karena
“menemukan impian anda jauh lebih penting daripada mengetahui cara untuk
mencapainya”.
Tips : Untuk menemukan impian anda, tutuplah mata anda.
Biarkan santai tenang sambil mendengarkan musik. Setelah rileks semua, mulai
deh menanyakan kepada diri anda. Apa sih impian hidup saya. Tujuan atau
kesuksesan yang ingin saya raih. Pikirkan beberapa alternatif impian, jangan
cuma satu.
Visualisasikan impian anda dengan detail, dan biarkan itu
terus menggantung 5cm tepat di depan kepala (inspirasinya dari novel 5 cm J) selama 5 menit
berikutnya. Ingat, visualisasikan
sedetail mungkin.
Setelah 2-3 hari anda melakukan berulang-ulang, pilihlah
salah satu saja impian anda dari beberapa alternatif tersebut, dan mulailah
menuliskannya besar-besar di atas kertas. Tempel kertas tersebut di tempat yang
mudah dilihat. Gak peduli ditertawakan atau dikomentari orang lain (inspirasi
dari sang pemimpi laskar pelangi sama negeri 5 menara).
Bagaimana menurut anda?
Saya mengharapkan masukan dan komentar anda untuk
mengetahui apakah artikel ini cukup baik atau tidak. Jika ada yang kurang baik
atau tidak sesuai dengan pendapat anda, kami akan memperbaikinya.
No comments:
Post a Comment